RSS

Urbanisasi secara sederhana dapat diartikan sebagai proses perpindahan penduduk dari desa ke kota, adapun penyebab utama perpindahan tersebut adalah mencari lapangan pekerjaan. Dengan pandangan tersebut bahwa kota merupakan sumber lapangan pekerjaan, mengakibatkan jumlah penduduk kota semakin bertambah padat. Maka dengan bertambahnya penduduk akan menyebabkan pula permasalahan-permasalahan baru, antara lain :
1. Dampak Fisik
Pertambahan jumlah penduduk memaksa tatanan kota berubah/diperluas. Area idustri, perkantoran, perumahan, tempat rekreasi, tempat berbelanja diperbanyak guna memenuhi kebutuhan penduduk. Tentu saja lama-kelamaan area kota akan habis, dan tak lama kemudian akan menimbulkan permasalahan baru yaitu adanya tempat-tempat kumuh. Belum lagi Masalah limbah industri, limbah rumah tangga, kebisingan ikut meramaikan masalah kota.
2. Efek Psikologis
Dengan bertambahnya jumlah penduduk mau tidak mau lapangan pekerjaan menjadi barang yang berharga dan sangat dibutuhkan. Seseorang yang belum mempunyai pekerjaan secara psikologis cenderung akan mengalami tekanan batin, dan lebih dari hal itu akan mengalami stress.
3. Tingkah laku sosial
Akan tercipta hubungan sosial yang kurang baik antara penduduk asli kota dengan pendatang, dikarenakan kecenderungan penduduk kota yang kurang suka bermasyarakat lebih mementingkan urusan pekerjaan.
Pengaruh yang sangat dirasakan dari urbanisasi yaitu semakin bertambahnya jumlah penduduk di suatu kota. Ternyata tidak berhenti sampai disitu saja, pertambahan jumlah penduduk ternyata membawa permasalahan (tindakan kriminalitas, tingkah laku patologi, kesehatan mental, daerah kumuh).
Salah satu penelitian pertama dalam efek psikologis dari kepadatan D`Atri (1975) Dia melihat tingkat tekanan darah dari penghuni sebuah penjara yang ditempatkan pada single atau doubel sell dan menemukan bahwa penghuni dua orang pada satu sel menunjukan tingkat yang lebih tinggi. Cox dan Paulus (1976) telah melaporkan bahwa penghuni di asrama yang diisi banyak, komplain lebih banyak dari pada blok dengan kepadatan yang lebih rendah. Ini berarti mungkin terjadi sebagai hasil yang nyata yang berasal dari gangguan psikologis atau karena keinginan penghuni untuk pindah dari asrama yang padat ke asrama yang rendah kepadatannya.
Fakta yang lain, bahwa kepadatan mungkin berpengaruh terhadap proses psikologis, dilaporkan oleh Baron, Mandel. Adems, dan Griffen (1976) dan oleh Dean, Pugh, dan Gunderson (1978) Penelitian-penelitian terlebih dahulu menemukan bahwa murid-murid yang tinggal di asrama dengan kepadatan social yang tinggi fekuensi berkunjung ke pusat kesehatan lebih sering dari pada kepadatan social yang rendah.

 
Leave a comment

Posted by on November 1, 2009 in Uncategorized

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
1 Comment

Posted by on November 1, 2009 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.